KARENA KITA BERBEDA
Sinar
matahari yang hangat, kicauan burung yang merdu membangunkan Eunike dari
tidurnya. Eunike Veronica Angela, gadis cantik nan hobby bermain piano ini
adalah anak semata wayang dari pengusaha bernama Handy Christian dan mamanya
Abigail Christian.Mereka sekeluarga adalah menganut agama Kristiani dan begitu
taat pada ajarannya. Sejak dini Eunike tumbuh di tengah-tengah keluarga yang
harmonis dan ia di didik oleh kedua orang tuanya untuk menjadi umat yang taat
dan setia pada Tuhan. Ia rajin pergi ke gereja dan menjadi anak yang berbakti
kepada kedua orangtuanya.
(keluar
dari kamarnya dengan terburu-buru karena kesiangan)
Eunike : “Ma,
Pa Eunike berangkat dulu ya !”
Mama : “Nggak
sarapan dulu ?”
Eunike : “Sarapan
di mobil aja Ma, udah telat ini (sambil mengambil roti).”
Papa :
“Kapan sih kamu nggak kesiangan Eunike, Eunike !”
Eunike :
“Hehehe … Yaudah Ma, Pa.”
Mama :
“Hati-hati, nanti langsung pulang ya waktunya ke Gereja.”
Eunike :
“Iya Ma.”
(setibanya di sekolah tepat gerbang sekolah akan di
tutup)
Screen High International School,
disinilah hampir sama 2 tahun Eunike menuntut ilmu dan bertemu teman-teman terbaiknya dan menjalin persahabatan dengan Elsa
yang juga teman satu gerejanya.
Eunike :
(segera berlari menuju kelasnya di lantai 2) “Semoga nggak telat, semoga nggak
telat, semoga nggak telat.”
--Tiba di kelas sudah ada Bu riska, Guru biologi—
Eunike :
“Selamat pagi”
(seluruh siswa memandang Eunike)
Eunike :
“Maaf bu, saya kesiangan”
Bu Riska :
“Hari ini saya maklumi kamu, karena akan ada ulangan tapi lain kali tidak akan
saya toleransi lagi.”
Eunike :
“Iya Bu tidak akan saya ulangi lagi, terimakasih Bu.”
Bu Riska :
“Sekarang kalian kerjakan soal-soal itu.”
Elsa :
“Eunike, Eunike kapan sih kamu nggak telat.”
Eunike :
“Hehe .. Yang penting kali ini gue gak kena hukum.”
(Ulangan berlangsung hingga bel istirahatpun
berbunyi)
Eunike :
“El, ke kantin yuk.”
Elsa :
“Yuk, aku juga laper banget nih.”
Samuel :
“Hai El.”
Elsa :
“Hai Sam.”
Samuel :
“Kamu mau kemana ?”
Elsa :
“Aku mau ke kantin sama Eunike, mau ikut kamu ?”
Samuel :
“Enggak deh, yaudah kalau gitu aku duluan ya, aku mau ke perpustakaan soalnya.”
Elsa :
“Yaudah, aku ke kantin dulu ya.”
Samuel :
“Bye”
--Di Kantin--
Elsa :
“Kamu udah jadian ya sama Samuel ?”
Elsa :
(mengangguk).
Eunike :
“Enak banget ya, kalau udah punya pacar yang seiman.”
Elsa :
“Ya, kamu nyari dong. Emangnya temen-temen Gereja kita nggak ada yang cocok ya
menurut kamu ?”
Eunike :
“Hmmm … Nggak tau juga aku aja belum pernah mikir sampai kesitu.”
Elsa :
“Kalau begitu caranya, kapan kamu berubahnya ?”
Eunike :
“Berubah buat apa ? Berubah jadi Power Ranggers ? Haha.”
Elsa :
“Ya mungkin kalau kamu punya pacar kan setidaknya ada yang memotivasi kamu biar
nggak selalu kesiangan ataupun pelupaan lagi !”
Eunike :
(tertawa terbahak-bahak) “Elsa sayang, udah tau aku belum becus ngurus diri aku
sendiri apalagi kalau sambil mikirin cowok.”
Elsa :
“Hmm … Terserah kamu aja deh kalau gitu.”
Sepulang sekolah hari itu Eunike segera
bersiap-siap untuk pergi ke Gereja bersama mamanya. Di gereja ia melaksanakan
ibadahnya dengan khusyuk dan ketika selesai ibadah, tiba-tiba Eunike dihampiri
oleh Steve. Stevanno Davidson cowok keren nan handsome yang stu gereja dengan
Eunike, selama ini ia menyukai Eunike ia tetap care dan baik pada Eunike
meskipun perhatiannya tidak di respon lebih.
Steve :
“Hai Ke.”
Eunike :
“Hai”
Steve :
“Kamu nggak pulang ?”
Eunike :
“Ehm, bentar masih nyaman disini. Kamu sendiri nggak pulang apa ?”
Steve :
“Nanti saja.”
Eunike :
“Hmmm”
Steve :
“Ke, aku boleh tanya sesuatu ?”
Eunike :
“Iya mau tanya apa ?”
Steve :
“Kamu udah punya pacar ?”
Eunike :
“Hah ?” (tertawa terbahak-bahak).
Steve :
“Ada yang lucu ya ? Kok kamu malah ketawa.”
Eunike :
“Ya pertanyaan kamu emang lucu sih. Gini ya, yang pertama aku itu Miss telat
entah itu beragkat sekolah ataupun bikin janji pasti nggak bisa tepat waktu dan
yang kedua aku itu Miss pelupa kalau ada tugas ataupun PR nggak ada yang
ngingetin pasti nggak aku kerjain. Nah, giamana kalau aku punya pacar bisa-bisa
lupa kali kalau punya pacar. Hahaha …
Yaudah ya aku pulang dulu ya, Bye !” (berlalu pergi).
Steve :
“Kamu itu emang beda banget Ke, lucu, unik aku nggak pernah menilai kelebihan
kamu justru karena kekurangan kamu itu yang buat aku sayang sama kamu walaupun
kamu nggak pernah peka sama perasaanku.”
--Ke esokan harinya--
Jam menunjukan pukul 06.10 pagi, tepat 20
menit menunjukan bel waktu masuk sekolah dan lagi-lagi Eunike terlambat karena
bangun kesiangan.
Eunike : (melihat jam weker & shock) “Aaaaa …”
(setelah bersiap-siap menuju ruang
makan)
Eunike :
“Selamat pagi Mama, Papa.” (menyiapkan roti dengan terburu-buru).
Papa :
“Cepet banget kamu siap-siapnya, mandinya berapa menit itu tadi ?”
Eunike :
“3 menit. Yaudah ya Ma, Pa, Eunike berangkat dulu.”
Mama :
“Hati-hati ya, Have a nice day.”
Papa :
“Punya anak gadis satu-satunya, kerjaannya selalu kesiangan terus. Hmm …”
(setibanya di sekolah, Eunike
terlambat dan harus menerima sanksi terlebih dahulu)
Bu Riska :
“Eunike, sekarang kamu berdiri di luar kelas. Berdiri dengan satu kaki dan dua
tangan di telinga.”
Eunike :
“Iya bu.”
Bu Riska :
“Tunggu sampai jam pelajaran saya selesai.” (masuk kelas)
Eunike :
“Hmm … Nggak ada bosen-bosennya juga Bu Riska ngehukum gue.”
(bel istirahat berbunyi)
Bu Riska :
“Eunike, eunike … Sampai kapan kamu terrus terlambat. Ibu sampai capek
menghukum kamu berkali-kali. Apa kamu bisa berjanji pada Ibu untuk tidak
terlambat lagi ?”
Eunike ;
“Iya bu, saya janji.”
Bu Riska :
“Baik Ibu pegang janji kamu! Tanyakan pada temanmu tentang hari ini dan jangan
lupa di kerjakan.”
Eunike :
“Baik bu.”
Elsa :
“Eunike … Loe itu emang nggak berubah-berubah ya !.”
Eunike :
“Udah ah jangan bahas soal itu, sekarang kita waktunya ke kantin. Aku udah
lapar plus haus. Yuk !”
--di kantin--
Elsa :
“Emang kamu nggak bosen ya, kena hukuman dari Bu Riska terus kayak tadi ?”
Eunike :
“Yaa … Mau gimana lagi, tadi itu aku bangun sebelum 20 menit bel masuk !”
Elsa :
“Hah ? 20 menit ?”
Eunike :
“Iya, 3 menit buat mandi 7 menit buat siap-siap, sisa 10 menit nggak mungkin
cukup kan buat perjalanan dari rumah ke sekolah mana macet lagi jadinya telat
deh.”
Elsa :
(melongo) “Mandi Cuma 3 menit ? Oh my God”
Eunike :
“Hahaha …”
Elsa :
“Eh iya Ke, nanti kita nonton yuk ! Ada film bagus loh.”
Eunke :
“Boleh … Boleh …”
Elsa :
“Ini aku punya 3 tiket. 1 tiket buat aku, 1 tiket buat kamu dan 1nya lagi buat
Samuel.”
Eunike :
“Hmm… Pasti nanti aku di cuekin lagi kalau ada Samuel.”
Elsa :
“Nggak lah ! Jangan lupa ya nanti sore jam 17.00 tepat. Nggak boleh telat !”
Eunike :
“Tenang aja, gue nggak bakal telat kok !”
Elsa :
“Bagus deh kalau gitu.”
--Sepulang sekolah,di rumah--
Mama :
“Eunike, ikut mama yuk !”
Eunike :
“Kemana Ma ?”
Mama :
“Shoping.”
Eunike :
“S-H-O-P-I-N-G, Shoping ?”
Mama :
“Iya, ada model baru nih di majalah.”
Eunike :
“Iya-iya. Eunike ikut ma kalu gitu bentar ya Ma Eunike siap-siap dulu.”
Mama :
“Iya, buruan ya Ke.”
Setibanya di Boutique Eunike melihat-lihat
baju, tas ataupun sepatu yang bagus dan karena terlalu asyiknya berbelanja ia
sampai lupa janjinya dengan Elsa.
Eunike :
“Keren-keran kan Ma barang yang aku pilih.”
Mama :
“Bagusan juga barang Mama.”
Eunike :
“Kita udah belanja dari jam 2 loh ma, udah berapa jam kita disini ?”
Mama :
“Ini sekaran udah hampir jam 5, pasti papa keburu pulang dari kantor nih.”
Eunike :
“Jam 5, jam 5, jam 5” (mengingat-ingat).
“Oh My to the God. Sekarang jam 5 Ma ?” (shock).
Mama :
“Masih 10 menit lagi.”
Eunike :
“Yaudah kalau gitu Eunike pergi dulu ya Ma, soalnya ada janji tadi sama Elsa.
Bye Ma.”
Mama :
“Dasar pelupa, untung aja nggak lupa sama namanya sendiri.” (menggerutu)
--Di Taxi--
Eunike :
“Ayo pak buruan, 3 menit 70 detik lagi harus sampai pak.”
Sopir Taxi : “Iya mbak, ini masih macet jalannya.”
--di bioskop sebuah mall--
Elsa :”Kok
Eunike nggak dateng-dateng sih. Di telfon juga nggak di angkat lagi.”
Samuel :
“Kamu udah bilangkan kalau filmnya mulai jam 17.00 ?”
Elsa :
“Udah, Yaudah kita tunggu dia di dalam aja yuk. Mungkin habis ini dia datang.”
Tepat jam 17.00 Eunike sampai di mall yang
ia tuju. Ia pun tergopoh-gopoh agar tidak terlambat nonton, tetapi saat sudah
di depan bioskop dan penuh kerumunan orang ia tidak sengaja bertabrakan dengan
seorang cowok, Danny Anggriawan. Cowok keren yang juga kakak kelas Eunike.
Namun selama ini mereka tidak saling mengenal.
Eunike :
“Awww…”
Danny :
(tiketnya terjatuh) “kalau jalan bisa pakai mata nggak sih ?”
Eunike :
“Sorry, gue buru-buru.”
Danny :
“Gue juga buru-buru kali.Dan gara-gara loe, tiket gue jadi hilangkan ?”
Eunike :
“Ya maaf. Gue kan juga udah bilang, kalau gue itu nggak sengaja.Gue buru-buru.”
Danny :
(mengambil tiket yang di pegang Eunike).
Eunike :
“Eh itu tiket gue.”
Danny :
“Kalau gue nggak nonton, loe juga nggak boleh. So …” (merobek tiket Eunike)
Eunike :
“Haa… tiket gue ! Loeee (kesal)… Manusia paling resek !” (menginjak Danny &
berlalu pergi).
Danny :
“Dasar cewek aneh.”
Sore itupun, Eunike begitu kesal ia jadi
batal menonton gara-gara cowok yang ia anggap paling resek.
--Keesokan Harinya—
Eunike :
“Selamat pagi Mama,Papa.”
Papa :
“Selamat pagi sayang.”
Mama :
“Tumben nggak kesiangan ?”
Eunike :
“Itu artinya keajaiban Ma.”
Mama :
“Ada-ada saja kamu itu, yaudah yuk sarapan.”
(seusai sarapan, Eunike berpamitan pada
Mama & Papanya untuk berangkat sekolah).
--Setibanya di Sekolah--
Eunike :
“Hai El !”
Elsa :
“Eunike ! Tumben gak kesiangan.”
Eunike :
“Hmm… Kesiangan salah, berangkat pagi juga salah.”
Elsa :
“Haha… Eh iya, kemarin kamu kok nggak datang sih ? Pasti lupa lagi kan?”
Eunike :
“Jadi gini, awalnya aku emang lupa kalo ada janji sama kamu. Gara-gara shoping
sama Mama. Tapi waktu pukul 17.00 kurang 10 menit aku baru inget, terus aku
langsung berangkat. Eh, waktu sampai di depan bioskop…” (berwajah kesal)
Elsa :
“Kenapa ?”
Eunike :
“Tiba-tiba aku tabrakan sama seorang cowok, dan dia makhluk paling resek. Kan
tiket dia jatuh terus hilang, eh tiket aku di sobek sama tuh cowok. Uhh… jadi
nggak bisa masuk bioskopnya kan.”
Elsa :
“Hahaha” (tertawa terbahak-bahak)
Eunike :
“Apanya yang lucu sih ? Kok malah di ketawain”
Elsa :
“Ya, cerita kamu barusan emang lucu sih kayak yang di sinetron-sinetron.”
Eunike :
“Hmmm…Eh ya, nanti kalau istirahat ke perpustakaan ya cari buku buat bahan
laporan kita.”
Elsa :
“Oke deh.”
--Di Kelas Danny--
Rafi :
“Hay bray, kemarin kenapa nggak datang ? Padahal filmnya kemarin itu keren
lho.”
Danny :
“Hmm…Gue kemarin habis kena sial tau nggak !”
Rafi :
“Emang sial kanapa sih ? kok sampai nggak datang ?”
Danny :
“Kemarin itu, waktu gue udah di depan bioskop eh tiba-tiba gue di tabrak sama
cewek nggak jelas, tiket gue jatuh terus hilang. Sumpah, tuh cewek spesies
paling aneh yang pernah gue temuin.”
Rafi :
“Hahaha… Spesies kata loe ?”
Danny :
“Biarin, tapi gue kemarin puas banget soalnya tiket dia gue sobek. Impas kan !”
Rafi :
“Wah , parah banget emang loe.”
(Bel istirahat berbunyi)
Eunike dan Elsapun pergi ke perpustakaan
sekolah. Mereka akan mencari buku untuk mengerjakan tugas Laporan Bahasa
Indonesia. Namun dengan tidak sengaja Eunike bertemu dengan Danny.
Eunike :
“El kita bikin laporan tentang apa nih ?”
Elsa :
“Gimana kalu tentang Dampak perkembangan Tekhnologi ?”
Eunike :
“Ehm, boleh juga ide kamu. Kalu gitu aku cari bukunya dulu ya!
Eunike mencari buku untuk tugasnya tetapi
saat ia hendak mengambil buku itu, Danny juga hendak mengambil buku tersebut.
Sejak itulah, mereka baaru sadar jika selama ini ia satu sekolah.
Eunike :
“Ini dia bukunya.”
Danny :
“Ini buku yang gue cari ketemu juga.” (bersamaan memegang buku tersebut).
Eunike :
“Loe…” (terkejut).
Danny ;
“Loe, kok bisa disini sih ?”
Eunike :
“Emang ini sekolah punya nenek moyang loe. Ya gue sekolah disini kali.”
Danny :
“Apa ? Eh, nih buku gue duluan yang ngambil.”
Eunike :
“Jelas-jelas gue duluan yang megang buku ini.”
Danny ;
“Oh ya ? Masak ?”(saling berebut buku).
Eunike :
“Siniin nggak !”
Danny :
“Gue yang bawa nih buku.”
Eunike :
“Gue.’
(Elsa menghampiri Eunike)
Elsa :
“Ada apa Ke ? Kok ribut-ribut sih.”
Eunike :
“Ini nih, nih cowok ngrebut buku yang mau gue ambil.”
Danny :
“Eh, enak aja. Orang gue duluan yang megang buku ini. Loe adek kelas harusnya
ngalah dong.”
Eunike :
“Yang ada itu kakak kelas yang seharusnya ngalah.”
Elsa :
“Udah Ke kasih aja, kita cari buku yang lain.”
Eunike :
“Enggak bisa gitu dong El. Gue udah berjuang dari tadi buat dapetin buku ini.”
Elsa :
“Eunike, udah dong. Daripada rebut terus disini kan nggak enak, mending kasih
aja ke dia !”
Danny :
“Tuh, dengerin kata temen loe !”
Eunike :
(melepaskan buku itu untuk Danny) “Huhhh…”
Danny :
“Bye, cewek aneh.”
Setelah Eunike dan Elsa menemukan buku yang
lain merekapun kembali kek kelas. Saat kejadian itu Eunike masih tidak
menyangka bahwa cowok makhlik yang paling aneh itu adalah kakak kelasnya.
Eunike :
“El, kamu tahu nggak cowok yang tadi itu. Nah dia yang udah nyobek tiket gue
kemarin.
Elsa :
“Apa ? Hahaha…”
Eunike :
“Kok kamu malah ketawa sih ?”
Elsa :
“Yaiyalah Eunike. Ini berarti dunia sempit banget ya, orang yang nggak pernah
kamu kenal, eh ternyata kakak kelas sendiri. Dua kali ketemu, berantem lagi.
Hahaha…”
Eunike :
“Hmm…Iya kali, mungkin dunia ini sempit. Mungkin bener kata pepatah dunia itu
selebar daun kelor.”
--Di Kelas Danny--
Danny :
“Raf, loe tau nggak ternayata cewek yang tadi pagi gue ceritain ke loe itu dia
adik kelas kita.”
Rafi :
“Hahaha… Bagus dong, emang loe habis ketemu dia ?”
Danny :
“Apanya yang bagus. Gue aja tadi shock sampai serangan jantung.”
Rafi :
“Lebay loe, emang loe ketemu dimana ? Cantik nggak dia ?”
Danny :
“Di perpus ! Hah… Cowok kayak dia mah, cewek setengah mateng namanya !”
Rafi :
“Jangan berlebihan loe kesel sama cewek. Lama-lama loe bisa jatuh cinta sama
dia. Hahaha…”
Danny :
“Haha ? Naksir ? Nggak mungkin lah !”
Rafi :
“Apanya yang nggak mungkin ? Di duana ini itu Nothing Impossible, apalagi loe
satu sekolah sama dia.”
Danny :
“Hmm… Type cewek gue ituyang pasti dia satu iman, baik, sholehah, rajin sholat,
pokoknya yang penting akhlaknya baik.”
Rafi :
“Sipp !”
(Bel tanda pulang sekolah berbunyi, Eunike dan
Elsapun pulang bersama)
Elsa :
“Ke, nanti kamu latihan musik di gereja kan ?”
Eunike :
“Pastinya dong.”
Elsa :
“Yasudah , entar aku tunggu di gereja ya.”
Eunike :
“Oke !”
Sore hari Eunike bersiap-siap berangkat
kegereja, karena ia sudah membuat janji dengan
Elsa untuk berlatih vocal dan piano disana. Eunike memang penganut agama
yang taat pada ajarannya, jika ada waktu luang ia senang pergi ke gereja karena
baginya dia lebih nyaman dan merasa damai di tempat itu.
Eunike :
(Bernyanyi sambil memainkan piano).
(Tiba-tiba, Steve datang yang sedari
tadi sudah diluar mendengarkan Eunike menyanyi dan bermain piano dengan
indahnya).
Steve :
(bertepuk tangan)
Eunike :
“Steve!”
Elsa :
“Steve”
Steve :
“Hai !”
Eunike :
“Kamu sejak kapan disini ?”
Steve :
“Dari tadi, permainan piano bagus banget.”
Eunike :
“Thanks ya !”
(sepulang dari gereja)
Elsa :
“Eh Ke, kayaknya Steve care banget sama kamu”
Eunike :
“Biasa aja kok.”
Elsa :
“Nggak Ke, dari kemarin-kemarin aku perhatiin dia kalau perhatiannya ke kamu
itu beda banget. Jangan-jangan dia suka kali sama kamu Ke.”
Eunike :
“Aduh Elsa, apaan sih ! Jangan sotoy gitu ah !”
Elsa :
“Hahaha… Ya kan maybe.”
Eunike :
“Duluan ya El, kamu hati-hati di jalan”
Elsa :
“Oke !”
--Keesokan Harinya--
Pagi itu seperti biasa Eunike berangkat ke
sekolah dengan diantar sopirnya, namun ditengah perjalanan tiba-tiba mobilnya
mogok.
Eunike :
“Kok berhenti sih Pak ? emang mobilnya kenapa ?”
Sopir :
“Nggak tau non, sebentar coba saya periksa dulu mobilnya.”
(beberapa saat kemudian)
Sopir :
“Aduh non, ini sepertinya harus di benerin sama orang bengkel.”
Eunike :
“Yasudah, kalau gitu saya naik taxi saja Pak !”
Eunike :
“Maaf ya non, hati-hati non.”
Eunikepun menunggu taxi, dan tak lama
kemudian ada sebuah taxi lewat. Tiba-tiba tak hanya Eunike yang menghentikan
taxi tersebut.
Eunike :
“Taxi !”
Danny : “Taxi !”
(bersamaan masuk kedalam taxi lewat pintu di sisi yang berbeda)
Danny :
“Loe !”
Eunike :
“Loe lagi…!”
Danny :
“Ok ! Gapapa pagi-pagi gue udah kena sial ketemu loe. Tapi taxi ini buat gue !”
Eunike :
“Ye , nggak bisa gitu dong. Yang nyetop taxi ini duluan itu gue.”
Danny : “Gue
!”
Eunike :
“Gue, ya gue.”
Danny :
“Gue ! Kalau nggak percaya tanya aja sama sopirnya ! Iya kan pak ?”
Sopir :
“Yang saya tau sih tadi Mas sama Mbaknya nyetopnya barengan.”
Eunike :
“Nggak bisa gitu dong Pak. Orang jelas-jelas saya yang nyetop duluan.”
Sopir :
“Ya sudah, kalau gitu begini saja Mbaknya mau kemana dan Masnya juga mau kemana
?”
Eunike-Danny : “Screen High School” (bersamaan).
Sopir :
“Nah itu tujuannya sama. Yasudah ayo Mas, Mbak.”
Eunike dan Danny pun berangkat sekolah
dengan naik taxi yang sama, meskipun sebenarnya hanya terpaksa harus 1 taxi
dengan Danny begitu dengan Danny.
--Setibanya di sekolah--
Eunike :
“Ini Pak !” (menyodorkan uangnya).
Danny :
“Ini Pak !”
Sopir :
“Aduh Mbak maaf nggak ada kembaliannya. Kalau jadi 1 sama Masnya gimana ?”
Eunike :
“Tapi…”
Danny :
“Sudah, gapapa. Nggak usah gengsi.”
Eunike :
“Yasudah, thank’s ya !” (berlalu pergi).
Danny :
“Dasar cewek aneh.”
--Di sekolah--
(bel istirahat berbunyi)
Eunike :
“El, ke perpus yuk !”
Elsa :
“Ehm, sorry Ke aku ada janji ke katin sama Samuel.”
Eunike :
“Owh, yasudah aku ke perpusnya sama Nayla deh kalau gitu.”
Elsa :
“Iya, sorry ya Ke.”
Eunike :
“Iya gapapa El, santai aja. Hehehe…”
Elsa :
“Yasudah, kalau gitu aku duluan ya.”
Eunike :
“Oke !”
Eunike :
“Nay, ke perpus yuk !”
Nayla :
“Iya Ke, tapi aku mau sholat dulu. Tungguin ya !”
--Di mushola--
Eunike menunggu Nayla di depan Musholla,
dari jauh datanglah Danny dan Rafi yang juga hendak ke Musholla. Rafi dan Danny
mengira jika Eunike selesai sholat, karena mereka belum tahu jika Eunike
sebenarnya Non Muslim.
Rafi :
“Dan, lihat tuh siapa yang lagi di depan musholla.”
Danny :
“Siapa ?”
Rafi :
“Itu tuh !”
Danny :
“Hah ! cewek itu lagi ! Oh my God.”
Rafi :
“Hahaha… Biasa aja kali. Nah loe kan yang bilang kalau mau cari cewek yang
rajin sholat , itu dia !”
Danny :
“Maksud loe, cewek setengah mateng itu ?”
--Di
Rumah Rafi--
Rafi : “Dan
, gimana kalo loe, deketin Eunike?”
Danny
: (Maen Game) “Yahhh...Game over kan ! Gara2 elu sih raf!”
Rafi : “Apa hubungannya sama gue??”
Danny : “Eloe
ngomongin eunike sih!!”
Rafi : “Yah loe, gimana pendapat gue tadi soal eunike?”
Danny : “Hmm,
gue punya ide”
Rafi : “Ide apaan?”
Danny : “Ya, oke gue bakal coba deketin dia tapi...”
Rafi : “Tapi
apa ?”
Danny : “Tapi
cuma buat have fun aja just game”
Rafi : “Wah sadis loe bray”
Danny : “Enggak!!
Nggak sadis kok!”
Rafi : “Ok
! Kita liat aja,
loe bisa nggak naklukin dia!!”
Keesokan
harinya
(Ketika
sarapan)
Mama :
“Eunike nanti sepulang sekolah langsung pulang ya ! nanti kita ke gereja !!”
Eunike : “Siap ma yaudah ya ma, pa, Eunike berangkat sekolah dulu !”
Papa : “Hati-hati ya !!”
Eunike : “Iya
Pa ....”
Seperti biasa Eunike berangkat sekolah dengan diantar
sopirnya, namun pagi yang sial lagi bagi Eunike karena pagi itu tiba-tiba
mobilnya mogok lagi ketika di perjalanan.
Eunike : “Aduh pak mobilnya kenapa lagi?”
Sopir : “Nggak tau non sepertinya bermasalah lagi
non.”
Eunike : “Hmm...
sial banget sih yaudah kalo gitu aku naik taxi aja!!”
Sopir : “Iya non.”
Eunike
pun menunggu taxi lewat. dan untuk kedua kalinya, ia memberhentikan taxi
bersamaan dengan Danny.
Namun
tampaknya kali ini berbeda, tidak terjadi pertengkaran lagi diantara mereka ada
yang memilih
untuk mengalah .
Eunike : “Oh my God loe lagi”
Danny : (membukakan pintu taxu &
mempersilahkan eunike masuk )
Eunike : “Maksudnya apa nih?” (heran)
Danny : “Masuk gih !”
Eunike : (masuk taxi )
Danny : “Taxi
ini buat loe , ke
screen high school ya pak!!!”
Sopir : “Siap Mas.”
Eunike : (masih melongo, heran)
(setelah
taxi ituberlalu pergi)
Danny : “Langkah
pertama, sukses.”
Di
sepanjang perjalanan, menuju sekolah Eunike merasa heran dengan sikap Danny
pagi itu . Sikapnya yang begitu berbeda dan mengalah pada Eunike.
--Di
sekolah di waktu istirahat--
Elsa : “Ke , ke perpus yuk !”
Eunike : “Yuk !”
Elsa : “Tugas biologi kamu udah selesai belom?”
Eunike : “Tugas
yang mana?”
Elsa : “Nah lho, kumat kan penyakit lupanya !!”
Eunike : “Tau nih, memory otak gue cuma 4GB
mungkin!!! Hahaha”
Elsa : "Tugas bikin eksperimen itu lho ke!"
Eunike : ”Ooh
iya-iya. gue inget! yang kita di suruh nangkep kodok itu kan?”
Elsa : “Yaps
!!”
Eunike : “Oh
my God. Jadi kapan nih kita nyari kodoknya?”
Elsa :
“Besok aja gimana
? Kan nanti kita ke
gereja ?!”
Eunike : “Ok!!
Kalau gitu besok ya!”
Elsa :
“Yes !”
Sesaimpainya di perpustakaan, Eunike dan Elsa mencari
buku yang ingin mereka baca. Akan tetapi untuk kesekian kalinya ia bersamaan
lagi dengan Danny hendak mengambil buku yang sama dan yang mengherankan bagi
Eunike, Danny tidak memperebutkan buku itu seperti kejadian tempo hari. Ia
mengalah buku itu untuk Eunike.
Eunike : “Eloe!!’
Danny : (tersenyum ringan).
Eunike : "Loe mau ngajak rebutan buku lagi?"
Danny : "Enggak kok, buku ini buat kamu aja!"
(Rafi
menghampiri danny)
Rafi : “Dan maen basket yuk ! Eeh, ada Eunike!”
Eunike : (hanya tersenyum).
Danny : “Ayo!!
Yaudah ya gue duluan!!”
(berlalu pergi)
Eunike :
“Kesambet apaan ya
tuh cowok!”
Elsa : “Hai
ke, udah dapet belom bukunya?”
Eunike :
“Udah kok! ini !”
Elsa : “Yaudah kalo gitu kita baca2 di taman aja
yuk!”
Eunike : “Let's
go!”
Eunike dan Elsa pun menuju taman yang berada di depan
lapangan basket. Disana ada Danny dan teman-temannya sedang bermain basket. Eunike dan Elsa hanya duduk-duduk di taman
sembari membaca buku namun tiba-tiba bola basket yang dimainkan para cowok itu
menggelinding tepat didepan kaki Eunike.
Yosep : “Ambil bolanya gi Dan”
Danny : “Iya-iya”
Eunike : (mengambul bola & memberikanya pada
Danny)
Danny : (tersenyum pada Eunike ) “Thanks ya!” (berlalu pergi)
Eunike : “Iya”
Elsa : “Eghm...”
Eunike : “Kenapa
El, keselek kodokk?”
Elsa : “Hahaha belum juga nyari kodok ke!”
Eunike : “Kirain!”
Elsa : “Aku cuman heran aja sama kak Danny tadi
itu!”
Eunike : “Mungkinkan
yang anda pikirkan sama dengan yang ada di pikiran saya !!”
Elsa : “Alay bingits kata-katanya!”
Eunike : “Habis gue juga heran sama tuh anak ,
tumben-tumbenan nggak ngajak perang gue
lagi!”
Elsa : “Hahahaha.... mungkin dia udah tobat!”
Sore
hari, eunike melaksanakan aktivitas rutinnya, menjalankan ibadahnya di gereja .
Setelah
melaksanakan ibadahnya, seperti biasa ia masih duduk merenung di depan gerejanya dan Steve pun menghampiri Eunike.
Steve : “Hai
Ke!”
Eunike : “Hai
Steve!”
Steve : “Ke, aku boleh nanya ga ?”
Eunike : “Boleh!
1 pertanyaan 1 juta!”
Steve : ‘Ya Tuhan.”
Eunike : “Haha,
bercanda kali Stev. Kamu
sih,mau tanya aja pake izin dulu ! Mau
tanya apa?”
Steve : “Besok malam kamu ada acara nggak?”
Eunike : “Ehm,
enggak ada kok kenapa?”
Steve : “Ehm, aku mau ngajak kamu dinner!”
Eunike : “Dinner?”
Steve : “Iya! Kenapa ? Kamu nggak bisa ya?”
Eunike : “Siapa
bilang?”
Gerry : “Jadi kamu mau dinner sama aku?”
Eunike : (mengangguk pasti).
Steve : “Yaudah, kalo gitu besok aku tunggu kamu
di restoran delima ya!”
Eunike : “Ok
, yaudah kalo gitu aku pulang dulu ya!”
Hari itu Steve benar-benar senang dan bahagia karena besok ia akan dinner bareng
Eunike, cewek yang begitu ia suka selama ini.
--Keesokan harinya--
Eunike : “Ma, nanti sepulang sekolah, eunike nggak
bisa langsung pulang ma. Soalnya
Eunike sama Elsa mau nyari kodok dulu.”
Mama : “Oh my God, nyari kodok?”
Eunike : “Iya,
buat tygas eksperimen! Yaudah
ya Ma, Pa, Eunike berangkat sekolah dulu ya!”
--di sekolah--
Bu
Riska : “Anak-anak, jangan lupa besok kalian bawa peralatan eksperimen kalian! Karena besok eksperimen kita akan dimulai dan jangan
lupa yang terpentung, masing1 kelompok membawa 4 katak!!”
Sel.
Siswa : “Iya buk!!”
Bu
Riska : “Baik. Sekian pertemuan kita hari ini pelajari
materi untuk eksperimen kita besok. selamat siang!”
Sel.siwa : “Selamat
siang!”
Eunike : “El
jadikan nyari kodoknya ?”
Elsa : “Of course lah, emang jeng mau kena hukum lagi sama bu
riska, kalo besok gak bawa kodok?”
Eunike : “Ye
ya nggak mau lah! Udah
bosen gue kena hukum bu riska mlulu"
Elsa : “Hahaha… Yaudah yuk !”
Eunike : “I’am coming kodok.”
Siang
itu Eunike dan Elsa pun bergegas pergi ke persawahan dekat sekolah. Mereka
memulai untuk melakukan pencarian 4 katak yang harus mereka tangkap. Namun
hingga sore hari mereka hanya berhasil menangkap 1 ekor katak saja. Tiba-tiba
Danny, yang kebetulan lewat daerah itu melihat sesosok Eunike yang sedang
sibuk. Iapun menghampiri Eunike dan Elsa.
Elsa : “Aduh gimana sih kamu Ke, padahal tadi kan hampir
ketangkep.”
Eunike : “Tapi kan gedhe banget El, aku jijik nangkepnya.”
Elsa : “Yaudah, kita cari lagi aja yuk.”
Danny : “Eunike !”
Eunike : “Kak Danny ? Ngapain loe disini ?”
Danny : “Gue habis latihan basket. Nah loe, ngapain juga disini
nyari belut ?”
Eunike : “Bukan ! Gue disini itu lagi nyari
kodok kok.”
Danny : “Owh, kodok ya !”
Eunike : “Iya, buat eksperimen kak ! Tapi masih dapet 1 ekor.”
Danny : “Yaudah, aku bantuin nyari ya.”
Eunike : (melongo) “hah ? Nggak salah denger nih ?”
Danny : “Nggak lah ! Yaudah ayo nyari ! Yang ada keburu malem
ntar.”
Danny pun turun kesawah, membantu Eunike mencari katak. Mereka juga
saling bercanda dan itu membuat Eunike dan Danny semakin akrab.
Elsa : “Akhirnya, selesai juga pencarian kita selesai juga.”
Eunike : “Thank’s ya kak Dan !”
Danny : “Iya, sama-sama.”
Elsa :
“Kalau nggak ada kak Danny gak kebayang deh ! Mungkin baru dapet dua. Hahaha.”
Eunike :
“Yaiyalah, kak Danny kan pawangnya kodok gimana sih !”
Danny :
“Eh enak aja, dibantuin malah ngatain.”
Eunike :
“Hahaha… Peace kak !”
Elsa :
“Aduh, laper aku Ke. Mungkin gara-gara tadi siang belum makan.”
Danny :
“Kalian belum makan dari tadi siang ?”
Eunike :
“Yaiyalah, orang dari pulang sekolah tadi langsung nyari kodok.”
Danny :
“Yaudah, kebetulan aku juga belum makan kalau gitu kita cari makan dulu yuk !”
Elsa :
“Ayo, lets go !”
--Disebuah Restoran--
Pelayan :
“Mau pesan apa Mas,Mbak ?”
Elsa :
“Aku Nasi+cumi-cumi lada hitam, sama minumnya strawberry juice aja !”
Eunike-Danny : “Saya nasi goring
seafood.” (bersamaan)
Elsa :
“Eciye, samaan tuh.”
Eunike :
“Apaan sih loe ?”
Pelayan :
“Minumnya apa Mas,Mbak ?”
Eunike-Danny : “Orange juice.”
(bersamaan)
Elsa :
“Ciye, samaan lagi tuh.”
Danny :
“Loe kok ikut-ikutan melulu sih.”
Eunike :
“Ogah banget ya ! Loe kali yang ikut-ikutan !”
Elsa :
“Udah-udah jangan berantem, baru aja akur !”
Jam sudah menunjukan pukul 20.00. Eunike masih asik makan malam bersama
Elsa dan Danny. Sedangkan di lain tempat, sudah 1 jam lamanya Steve menunggu
kedatangan Eunike. Sementara itu Eunike lupa jika ia ada janji dengan Steve. Steve
pun merasa kecewa karena Eunike tidak menepati janjinya.
Steve : “Makasih Ke, karna kamu udah mengajari aku arti
menanticinta sesungguhnya.” (berbicara dalam hatinya dan berlalu pergi).
--Dirumah Eunike--
Eunike :
“Aduh, nih handphone pakai lowbatt lagi.”
(setelah mengecharge Handphonenya
Eunike melihat ada beberapa pesan dari Steve. Dan ia pun ingat dengan janjinya
yang tidak ia tepati pada Steve)
Eunike :
“Hah ! Oh my God, gue lupa kan ! Aduh gimana nih, gue jadi nggak enak kan sama
Steve. Diakan temen satu gereja sama aku sejak kecil lagi, bahkan dia udah gue
anggep sebagai saudara gue. Giliran ada janji sama dia penyakit lupa gue kambuh
lagi kan !” (berbicara sendiri).
Eunike :
(menelpon Steve)
(telpon itu yang mengangkat Geby
kakaknya)
Geby :
“Halo… Dengan siapa?”
Eunike :
“Eunike, ini kak Geby ya ?”
Geby :
“Iya Ke , ada apa tumben malem-maem nelfon.”
Eunike :
“Hehe… Stevenya ada kak ?”
Geby :
“Owh nyari Steve. Bentar ya, aku pangillin dia dulu.”
Eunike :
“Iya kak.
--Dikamar Steve --
Geby : “Steve, ada telfon nih buat kamu.”
Steve ; “Dari siapa kak ?”
Steve : “Hah ?”
Geby : “Dari Eunike, dia pujaan hati kamu kan !”
Steve : “Apa’an sih kak ! Bilangin aja ke dia kalau aku udah tidur
!”
Geby ; “Serius nih, nggak mau ngomong sama Eunike ?”
Steve : “Iya.”
Geby : “Wah Steve nya sudah tidur tuh Ke !”
Eunike :
“Owh, ggitu ya kak ! Yasudah kak kalu gitu, maaf malem-malem ganggu ! Selamat
Malam kak.”
Geby :
“Selamat malam.”
--Keesokan harinya disekolah--
Eunike :
“El, aku nggak enank banget nih sama Steve, soalnya kemarin aku lupa kalau ada
janji sama dia.”
Elsa :
“Oh my God , Eunike ! Parah banget sih loe !”
Eunike :
“Nggak tau nih, penyakit pelupaku kambuh lagi deh kayaknya !”
Elsa :
“Yausudah, kalau gitu besok kamu minta maaf ke dia. Kan besok kita ke gereja.”
Eunike :
“Iya deh iya.”
(bel tanda istirahat berbunyi)
Elsa :
“Ke , kita ke kantin yuk !”
Eunike :
“Ehm, nggak deh El. Aku mau ke ruang music aja.”
Elsa :
“Yaudah deh, kalau gitu aku ke kantin dulu ya.”
Eunike :
“Iya El !”
--Diruang musik --
Eunike : (benyanyi sambil bermain piano).
Tiba-tiba Danny yang hendak ke perpus yang
melewati ruang musik itu, dari luar ia serasa mendengar symphony musik yang
indah dan merdu.”
Danny :
“Bagus banget suaranya !” (melihat dari kaca)
“Eunike !!”
(masuk ke ruang musik)
Danny :
“Bagus !” (bertepuk tangan).
Eunike :
“Kak Danny ?”
Danny :
“Bagus banget suara loe.”
Eunike :
“Thank’s. Kakak aja yang berlebihan.”
Danny :
“Nggak kok. Gue kira cewek setengah mateng kayak loe yang bisanya Cuma ngajak
rebut, ternyata kalo maen piano beda banget.”
Eunike :
“Hmm, muji apa ngledek tuh ? Haha… Gitu ya !”
Danny :
“Loe suka main piano ?”
Eunike :
“Suka banget kak, udah dari kecil !”
Danny :
“Gue juga suka musik.”
Eunike :
“Oh ya ?”
Danny :
“Iya, soalnya kita bisa menuangkan perasaan dan inspirasi kita denagn musik.”
Eniuke :
“Yaudah, gimana kalau kapan-kapan kita berkolaborasi ?”
Danny :
“Boleh juga tuh ide loe. Kalau kamu mau, bisa ikut aku latihan sama temen-temen
aku.”
Eunike ;
“Oke juga tuh kayaknya.”
--Sore hari dirumah Danny--
Danny merenung sendiri sembari memainkan
gitar akustiknya.
Danny :
“Kalau gue lihat-lihat tuh cewek setengah mateng nggak seburuk yang gue piker
sebelumnya, ternyata dia itu asyik, baik, cantik lagi.” (sambil tersenyum
mengingat Eunike).
Tiba-tiba
mama Danny menghampirinya dan membuyarkan lamunannya.
Mama :
“Hayoo…”
Danny :
(terkejut) “Mama ini ngagetin aja.”
Mama :
“Nah kamu nglamun sambil senyum-senyum sendiri. Mama kira kamu kesambet.”
Danny :
“Mama ini ada-ada aja.”
Mama :
“Atau jangan-jangan… Anak mama ini lagi jatuh cinta ya ?”
Danny :
“Iya sih.” (tidak sadar) “Eh nggak, enggak kok ma. Mama apaan sih !”
Mama :
“Lah itu tadi bilang iya. Sama siapa hayo ! Cerita dong ke mama.”
Danny :
“Mama kepo banget sih. Nggak kok ma, nggak sama siapa-siapa !”
Mama :
“Apa ? Kepo ? bahasa mana itu , mama kok baru dengar kalau pisang kepok baru
mama tau !”
Danny :
“Hahaha… Mama nggak gaul nih, kepo itu artinya pengen tau aja.”
Mama : “Owh, gitu. Oke Mama tau sekarang.”
Danny : “Iya lah Ma, barusan aku kasih tau.”
Mama : “Udah jangan nglamun aja, cepet tidur
sana ! Biar besok nggak kesiangan sholatnya.”
Danny : “Iya Ma, Selamat malam Ma.”
Mama : “Selamat Malam, mimpi indah ya.”
Keesokan Harinya tepat pada
hari Minggu, seperti biasa Eunike pergi kegereja untuk beribadah.
--Di
Gereja--
(setelah
selesai beribadah)
Eunike : “Steve, tunggu !”
Steve : (hanya
menengok dan berlalu pergi).
Eunike : (mengejar Steve) “Kamu marah ya Steve ?”
Steve : “Enggak
kok Ke, buat apa aku marah ? Cuma aku sedikit kecewa.”
Eunike : “Maaf Steve, aku bener-bener lupa saat itu kalau aku ada janji sama
kamu.Waktu itu aku sama Elsa cari kodok buat bahan eksperimen.”
Steve : “Hmm, iya
deh nggak apa-apa Ke.”
Eunike : “Maaf banget ya Steve, aku jadi nggak enak sama kamu. Aku kan udah anggap kamu
jadi saudaraku sendiri.”
Steve : “Apa Ke
...? Hmm, yasudah aku pulang dulu, aku ada janji sama temen aku.”
Eunike : “Iya Steve, hati-hati ya di jalan.”
--Keesokan harinya di sekolah--
Elsa : “Ke!”
Eunike : “Iya El ,ada apa?”
Elsa : “Anterin aku ke kantin dong !”
Eunike : “Iya deh ayo.”
(Tiba
tiba samuel datang menghampiri elsa dan eunike )
Samuel : “Elsa !”
Elsa : “Apa sam?”
Samuel : “Temenin aku ke perpus dong !”
Elsa : “Hmmm,aku mau ke kantin sama Eunike
,Gimana nih...........?”
Eunike : “Udah el ,kamu temenin dia aja gak
apa-apa kok.”
Elsa :”Yaudah ya ke !Duluan ya ke !”
Eunike yang sedang asyik membaca buku di depan
kelasnya ,datanglah Danny yang sudah
berniat untuk menemui Eunike .
Danny : “Tumben ,loe sendirian aja ke!”
Eunike : “Eh ,kak danny !iya nih kak ,elsa lagi
ke perpus sama samuel .”
Danny : “Owh ,nanti malem loe ada acara nggak
?”
Eunike : “Kayaknya enggak deh kak.Kenapa kok
tumben nanya gitu .”
Danny : “Dinner yuk .”
Eunike : “Yakin kak?” (Gembira ).
Danny : “Kenapa loe ke ,kok kayaknya bahagia
gitu aku ajak dinner .”
Eunike : “Ehmmm nggak kok kak . Kepedean banget
sih !”
Danny
: “Yaudah ke ,aku tunggu di restoran
waktu itu ya ke !Jangan telat jam 19.00 harus sudah sampai .”
Eunike `: “Siap,kak!”
Danny : “Aku balik kelas dulu ya!”
Sepulang sekolah eunike sedang asyik memilih
dan menyiapkan baju yang cocok untuk dinnernya bersama Danny nanti malam .Ia
terliahat sangat bahagia .
(Tepat
pukul 18.30)
Mama : “Mau kemana ke ,tumben dandan cantik
gini anak mama!”
Eunike : “Ada janji ma sama temen !”
Mama : “Nggak biasanya loh kamu kayak
gini.Pasti mau ketemu sama orang spesial ya? atau mau ketemu sama Steve”
Eunike :”Mama ini pengen tau aja .Kok Steve sih
ma ? Dia kan aku anggap sebagai saudara sendiri .”
Mama : “Loh... loh..terus sama siapa dong ? Kan
yang mama tau Cuma Steve yang deket sama kamu ! Lagian dia juga baik ,seiman
lagi !Udah cocok banget !”
Eunike : “Enggak ,ah ma! yaudah ma Eunike
berangkat dulu ya ! Kasihan dia udah nungguin entar !”
Mama : “Iya jangan malem –malem ya nak
,pulangnya !
Eunike : “Siap ma!”
--Sesampainya
di restoran.--
Danny : “Lama banget sih ke?”
Eunike : “Ya maaf kak ,tadi dirumah diintrogasi
sama mama ,lagian jalannya juga macet.”
Danny : “Hmmm,yaudah ayo masuk ke ,udah aku
pesenin makanan favorit kita .”
Eunike : “Ayo........!Kakak kok masih inget aja.”
Danny : “Iya lah ,makanan favorit kita kan sama .”
Eunike : “Heheheh,iya Cuma kebetulan .”
Danny : “Jangan –jangan kita jodoh kali
,hehehe.”(Melirik sambil tersenyum menggoda )
Eunike
: “Kakak
ini apaan sih .....!”
Danny
: “Oh
iya ke sebenarnya aku ngajak kamu kesini itu
pengen ngomong sesuatu ke kamu !”
Eunike : “Mau
ngomong apa ka ,kok kayaknya seriius gitu .”
Danny : “Jangan GR dulu.”
Pelayan
: “Permisi
mbak ,mas ini makanannya .”
Pelayan : “Mbak
ini juga ada kiriman bunga buat anda .”
Eunike : “Hah?Bunga?dari
siapa mas?”
(Pelayan
itu lansung pergi tanpa menjawab pertanyaan eunike)
Eunike : “Eh.....eh.......kok
malah pergi sih !”
Danny
: “Kamu
nggak perlu bingung ,itu bunga dariku!”
Eunike : “Apa maksdunya
kak ?”
Danny : “Itu maksud dari
yang mau sampaikan tadi ! Would
you be my girlfriend Ke ?”
Eunike : “Hah?”
Danny : “Kenapa?Kamu
nggak mau terima kau ya ?”
Eunike : “Ehm... Gimana ya
?Maaf aku nggak bisa ....?”
Danny : “Nggak usah
dilanjutin aku sudah tau kok jawabannya.”
Eunike : “Jangan salah
faham dulu ,aku nggak bisa nolak kamu !”
Danny : “Apa bener kamu
?Nggak salah dengerkan aku ?”
Eunike : “Tadi minta
dijawab ,sekarang giliran aku jawab kamu nggak percaya .”
Danny : “Iya,iya
percaya~Jadi kita resmi jadi pacar kan !”
Eunike : (mengangguk
pasti)
Danny : “Yaudah makan
dulu yuk !”
Akhirnya mereka melanjutkan romantis makan
malamnya dengan sangat dan itu terlihat dan wajah mereka berdua .Eunike sangat
tidak menyangka jika bisa jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang
yang tidak pernah akur sebelumnya.
--Keesokan
harinya--
(Di
kelas danny)
Danny : “Yes,gue seneng
banget langkah kedua sukses!”
Rafi : “Apa
maksud loe!”
Danny : “Gue berhasil
dapetin Eunike ,terus tinggal nunggu waktu buat putusin dia ,sebelum gue
putusin gue buat permainan dulu dia.”
Rafi : “Sumpe,sadis
banget loe jadi cowok ,hati –hati kamu jatuh cinta beneran sama dia .’
Danny : “Ah gak mungkin ,sudah gue antisipasi .”
Rafi : “Kalau
dia tahu rencana loe ,dia pasti bakal benci sama loe.”
(Di
kelas eunike)
Eunike : “El aku mau
cerita .”
Elsa : “Cerita
apa ke ? kok
wajahmu sumringah gitu ?”
Eunike : “Embb ,iyalah
jelas aku bahagia Gue semalem resmi jadi pacar kak danny.”
Elsa : “Yakin
loe ke .....?kok bisa sih?”
Eunike : “Aku awanya juga
nggak nyangka ,waktu aku deket dia itu ngerasa nyaman el dan tiap ketemu itu
selalu deg –degan .”
Elsa : “Tapi
kamu kan beda iman ,dan banyak yang bilang kalau berbeda itu nggak bisa menyatu
!”
Eunike : “Biarlahh el .Aku
percaya kok ini sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan .”
Elsa : “Iya
tapi apa dia sudah tahu kalau kamu nasrani ?”
Eunike : “Setahuku dia sih
belum tahu !Aku nggak tahu gimana jadinya kalau dia sudah tahu!”
Elsa : “Kenapa
kamu nggak jujur dari sekarang aja !”
Eunike : “Iya aku akan
jujur tapi nggak sekarang .Nanti kalau ada waktu yang tepat .”
Elsa : “Terserah
kamu deh Ke ,tapi apa bener kamu jatuh cinta sama dia ?”
Eunike : “Mungkin iya ,aku
nggak pernah ngerasain ini sebelumnya .”
Danny : “Ke”
Eunike : “Iya kak.”
Danny : “Ini ikut aku
latihan musik ya !kamu kan dulu pernah bilang mau berkolaborasi denganku ?”
Eunike : “Ah ide bagus tuh
kak !Yaudah nanti smsin aja kak alamatnya .”
Elsa : “Ciye,kak
Danny hebat banget sih bisa dapetin eunike .Jarang-jarang loh ada cowok yang
bisa dapetin dia .”
Danny : “Kamu bisa aja El.”
Eunike : “Elsa,apaan sih
kamu !”
Danny
: “Jangan
panggil Danny ,kalau nggak bisa dapetin Eunike .Heheheh.”
Eunike
: “Kakak
nggak balik ke kelas ?”
Danny
: “Jadi
aku diusir nih... jam 18.00 harus sudah sampai ya . Aku
tunggu disana ,yaudah aku balik ke kelas .”
Eunike : “See you kakak .”
Danny : “See you too Ke.”
--Sesampainya di Studio Musik--
Danny : “Keke sayang !”
Eunike : “Kakak alay
banget sih ,malu tahu dilihatin temen-temen kakak !”
Danny : “Kenapa harus
malu ? kamu kan pacar aku !”
Eunike : (Berlari masuk
kedalam studio ,hampir terjatuh tersandung kabel)
Danny : “Ke
awas.(Memegang Eunike)
Seketika mata mereka bertatapan yang membuat Danny dan Eunike merasakan hal
yang sama , yaitu merasakan sesuatu yang
berbeda dan mungkin itu yang dinamakan yang dinamakan jatuh cinta maka mereka
beradu sangat lama .
Rafi : “Hm....
hm.....”
(Danny
melepakan tangannya yang memegang Eunike )
Rafi : “Wah
kalian ini malah mesara-mesraan .”
Danny : “Apaan sih enggak
,ini enggak sepeti yang kamu lihat .Aku hanya menolong eunike yang hampir saja
jatuh .”
Eunike : “Iya kak raf ,aku
tadi kkurang hati –hati !Aku tadi nggak sabar pengen cepet –cepet latihan .”
Rafi : “Iya
... iya.... Yaudah
yuk kita mulai ! Kamu
yang gitar atau yang ngedrum.”
Danny : “Aku gitar aja
deh loe yang ngedrum .”
Eunike
: “Yaudah
yah!”
(Selesai
latihan )
Danny : “Bagus banget ke
permainan pianomu Ke ,aku suka !”
Eunike : “Makasih kak.”
Rafi : “E...ciye.”
Eunike
: “Hmmm,aku
pulang duluan ya kak mau ngerjain PR.”
Danny : “Perlu dianter
ke?”
Eunike : “Nggak usah deh
kak ,aku udah telepon sopir tadi .”
Danny : “Hati –hati ke .”
Rafi : “Hati-hati
ya nyonya Danny.Hehehehe.”
Eurike : “Hehehe,bye.”
(Eurike
keluar dari studio ,Rafi dan Danny
pun masih asyik di dalam studio )
Danny : “Raf,gue bego
banget sih ,tadi pas Eunike jatuh ngapain
gue tolong ,harusnya aku kan biarin dia jatuh .”
Rafi
: “Atau
jangan –jangan .”
Danny :
“Jangan-jangan apa ? Gue kalau liat dia kok jadi nggak tega buat nyakitin dia
atau balas dendam ke dia.”
Rafi :
“Mungkin loe jatuh cinta beneran ke dia.”
Danny : “Apa
itu mungkin ? Gue rasa selama ini gue nggak pernah suka sama dia.”
Rafi :
“Mungkin loe belum yakin apa yang loe rasain ke dia.”
Danny : “Ya
mungkin. Yaudahlah gue pulang dulu.”
Rafi :
“Sip. Hati-hati ya di jalan, jangan mikirin Eunike mulu !” (tertawa ringan).
Danny : “Ah,
apaan sih loe ?” (berlalu pergi)
Sesampai
dirumah Danny memikirkan apa yang dikatakan oleh Rafi. Ia menerka-nerka apa
arti perasaan yang selama ini ia rasakan pada Eunike. Perasaan itu , perasaan
yang nyaman dan damai setiap kali ia berada di dekat Eunike,bahkan ia hampir
lupa dengan rencana awalnya bahwa ia hanya akan mempermainkan Eunike. Ia
yakin,semua itu bukan sekedar perasaan biasa, dan ia yakin bahwa itu C.I.N.T.A
.
Danny : “Ternyata gue jatuh cinta sama loe Ke. Kenapa gue baru sadar, dan gue janji Ke gue nggak
bakal bikin loe kecewa.”
Hari
demi hari mereka menjalani hubungan dengan rasa cinta yang tumbuh semakin besar
diantara mereka yang membuatnya takut kehilangan satu sama lain. Mereka sering
menghabiskan waktu bersama.
Beberapa bulan kemudian ...
--Di rumah
Eunike--
Mama :
“Ke, bangun nak udah siang ini !”
Eunike :
“Masih ngantuk ma, lagian kan hari ini libur.”
Mama :
“Aduh anak mama, ayo cepet mandi !”
Eunike :
“Ah, mama. Iya deh iya ma.”
Mama :
“Yasudah, habis itu sarapan ya … Mama tunggu di ruang makan. Kasian Papa udah
nungguin.” (keluar dari kamar Eunike).
Setelah mandi tiba-tiba handphonenya berbunyi
ternyata telphon dari Danny.
Danny :
“Hallo Ke”
Eunike :
“Hallo, iya kak ada apa ?”
Danny :
“Temenin aku ke mall yuk ! Mau nyari kado buat sepupuku besok dia ulang tahun,
sedangkan aku nggak tau gimana selera cewek.”
Eunike :
“Wah, boleh kak lagian aku di rumah juga nggak ngapa-ngapain.”
Danny :
“Aku tunggu di mall ya ! See you sayang.”
Eunike :
“See you too Kakak !”
--Di ruang makan—
Eunike :
“Pagi Pa.”
Papa :
“Pagi juga sayang.”
Eunike :
“Ma habis sarapan Eunike langsung ke mall ya nemenin kak Danny nyari kado.”
Mama :
“Itu pacar kamu ya ?”
Eunike :
(mengangguk malu).
Mama :
“Kok nggak di ajak kesini sih Ke ?”
Eunike :
“Belum ada waktu yang tepat ma.”
Mama :
“Kamu itu, mama kan juga pengen tau.”
Papa :
“Papa juga penasaran Ke, siapa sih yang bisa bikin anak Papa jatuh cinta.”
Eunike :
“Hehehe… Makan dulu yuk Ma,Pa !”
Selesai makan Eunike dan Mamanya masih
melanjutkan perbincangan tentang pacar Eunike.
Mama :
“Dia nggak mau ya Ke kamu ajak kesini ?”
Eunike :
“Enggak kok Ma, Eunike aja yang nggak mau ngajak kak Danny kesini.”
Mama :
“Atau kamu sembunyiin sesuatu dari Mama ? Dia seiman kan sama kita ?”
Eunike :
“Eunike berangkat dulu ya Ma !” (berlari keluar menuju mobil).
Mama :
“Jangan lupa nanti sore ke Gereja.”
Eunike yang begitu saja berlalu pergi, ia tak
mendengarkan apa pesan dari Mamanya.
--Sesampainya di Mall—
Danny :
“Ke !”
Eunike :
“Kita kemana nih kak ? Ke toko baju, boneka, atau apa ?”
Danny :
“Bawel banget sih kamu ! Tapi itu yang bikin aku makin cinta sama kamu.”
Eunike :
“Mulai deh kakak nggombalnya. Aku juga cinta sama Kakak.”
Danny :
“Yaudah, kita cari aja Ke sampai ada yang cocok.”
Eunike :
“Iya sip deh kak.”
Eunike dan Dannypun berkeliling mencari
kado hingga mereka menemukan kado yang cocok. Setelah cukup lama mencari mereka
merasa cukup lelah. Merekapun menuju sebuah restoran untuk makan.
Danny : “Ke, cari makan yuk ! Laper nih.”
Eunike : “Sama kak, aku juga laper banget. Nggak terasa sekarang
udah jam 15.00.”
Danny : “Berarti sudah hampir 6 jam kita disini !”
Eunike : “Kalau jalan-jalan berdua sama kakak emang nggak kerasa.
Hehehehe…”
Danny : “Ah, bisa aja kamu. Yaudah yuk !”
(menuju ke restoran)
Pelayan : “Mau pesan apa Mbak, Mas ?”
Eunike : “Aku mau steak lada hitam sama minumnya orange juice aja.”
Danny : “Saya juga sama deh mbak.”
Eunike : “Kak, aku ke toilet dulu ya.”
Danny : “Iya Ke.”
Ketika Eunike ke toilet, tidak sengaja
handphonenya masih tertinggal di meja. Tiba-tiba handphonenya bunyi, ada
panggilan masuk dari Elsa.
Danny : “Eunike lama banget sih. Apa telfonnya gue angkat aja ya?”
(menangkat telfon)
Elsa :
“Halo Ke, loe kemana aja sih ? Gue udah nunggu loe di Gereja dari tadi nih,
habis ini kan acaranya mau dimulai soalnya ada pendeta dari Jakarta mau
pelayanan disini. Cepet ya, gue tunggu !” (langsung menutup teponnya).
Danny :
(shock). “Jadi selama ini Eunike bohongin gue ?!”
Danny begitu shock mendengar ucapan
Elsa dari telpon tadi yang pada intinya, ternyata selama ini mereka berbeda
iman. Ia masih tidak menyangka jika selama ini Eunike telah merahasiakan
kebohongan besar padanya.
(beberapa saat kemudian Eunike
kembali dari toilet).
Eunike : “Maaf ya kak, kelamaan ya.”
Danny :
(hanya tersenyum ringan).
“Tadi Elsa telpon, dia udah nunggu kamu
di Gereja.”
Eunike : (shock mendengar ucapan Danny yang sudah mengetahui
rahasianya).
Danny :
“Kenapa? kamu kaget kalau aku udah tahu tentang hal ini. Tentang semua
kebohongan kamu ke aku selama ini ?!”
Eunike :
“Tapi kak…”
Danny :
“Kenapa kamu nggak bilang dari awal, kenapa kamu nggak jujur saja ? Aku kecewa
sama kamu Ke !” (berlalu pergi).
Eunike masih shock, sedih dan menangis. Ia
tak mampu berkata-kata lagi mendengar semua yang di ucapkan oleh Danny
kepadanya, bahkan ia tak mampu menjelaskan alasannya kenapa ia selama ini
menyembunyikan rahasia itu pada Danny. Alasan itu alasan jika ia terlalu sayang
hingga ia rela membohongi Danny. Sekarang ia hanya merasakan penyesalan.
(sampainya Eunike di Gereja).
Elsa : “Ke , kemana aja ?”
Eunike : (memeluk Elsa sambil menangis).
Elsa : “Kamu kenapa Ke ? Kamu ada masalah ?”
Eunike : “Kak Danny El…”
Elsa : “Ada apa sama kak Danny ?”
Eunike : “Kak danny sudah tau rahasiaku El.”
Elsa : “Maksud kamu rahasia kalu kalian berbeda iman ?”
Eunike : “Iya El.’
Elsa : “Apa Ke ?” (shock).
Eunike : “Tadi yang ngangkat telpon dari kamu itu kak Danny El.”
Elsa : “Apa ? Ya Tuhan, maaf ya Ke. Aku nggaksbermaksud buat
kak Danny tau tentang hal itu Ke.”
Eunike : “Udah El, gapapa kok. Mungkin emang udah waktunya dia tahu
tentang hal ini.”
Elsa : “Sudah jangan nangis, nggak malu apa dilihatin
orang-orang ? Dari pada nangis mending kamu berdo’a biar kamu lebih tenang.”
Eunike : “Iya El.”
Keesokan harinya Eunike berniat untuk
menemui Danny di rumahnya karena Eunike tau hari itu ia tidak masuk sekolah.
Eunike ingin meminta maaf dan menjelaskan tentang permasalahan diantara mereka.
--di rumah Danny--
Eunike : “Permisi !” (sambil mengetuk pintu).
Pembantu : (membukakan pintu) “Iya mbak, cari siapa ya ?”
Eunike : “Kak Dannynya ada mbak ?”
Pembantu :
“Oh , ada di dalam. Dari tadi murung di kamar mbak dan nggak mau makan sama
sekali. Saya panggilkan ya mbak, silahkan masuk !”
Eunike :
“Hmm, iya mbak makasih.”
Pembantu :
(menuju kamar Danny). “Permisi den, ada tamu.”
Danny :
“Siapa bik?”
Pembantu :
“Sepertinya teman sekolah den Danny.”
Danny :
“Yasudah , saya ganti baju dulu. Tolong bibik buatkan minum ya !”
Pembantu :
“Iya den.”
(Danny keluar dari kamarnya dan menuju
ke ruang tamu)
Danny :
“Eunike.”
Eunike :
“Kak !”
Danny :
“Untuk apa kamu datang kesini ? Belum puas juga bohongin aku ?”
Eunike :
“Aku kesini cuma mau minta maaf dan aku mau jelasin yang sebenarnya ke kakak.”
Danny :
“Nggak ada yang perlu di jelasin, semua udah jelas !”
Eunike :
“Tapi kak…”
Danny :
“Nggak ada tapi-tapian. Mending kamu sekarang keluar dari rumahku aku nggak mau
lihat kamu lagi !”
Eunike :
“Oke, aku akan keluar kak. Tapi aku akan tetap berdiri di depan rumah kakak
sebelum kakak maafin aku.” (keluar dari rumah Danny)
Danny :
“Terserah.”
Pembantu : “Ini den minumnya, tapi mbaknya tadi kemana ?”
Danny :
“Tuh dia di depan, dia nggak mau pulang. Coba kamu suruh dia pulang ! Bilang ke
dia jangan harap saya mau menemui dia lagi.”
Pembantu : “Baik den.” (menemui Eunike yang sedang berdiri di depan rumah
Danny)
Pembantu :
“Maaf mbak, apa nggak sebaiknya mbak pulang saja ? Ini juga sepertinya mau
hujan.”
Eunike :
“Nggak mau mbak aku akan tetap disini sampai Kak Danny mau maafin aku.”
Pembantu :
“Tapi mbak, den Danny tadi bilang kalau nggak mau menemui mbak lagi.”
Eunike :
“Biarin saya disini mbak.”
Pembantu :
“Yasudah saya masuk dulu mbak.”
Tiba-tiba hujan
sangat deras, sudah hampir 3 jam Eunike berdiri di depan rumah Danny. Tetapi
Danny masih enggan menemui Eunike
meskipun sebenarnya di dalam hati ia tidak tega melihat Eunike yang rela
berdiri selama berjam-jam dan kehujanan demi meminta maaf kepadanya.
Danny : “Sebenarnya aku gak tega lihat kamu seperti ini karena aku
masih cinta sama kamu Ke. Tapi aku masih kecewa atas semua kebohonganmu.”
(berbicara dalam hati).
Pembantu : “Apa nggak sebaiknya den menemui dia saja ? Saya takut kalau
nanti dia pinsan.”
Danny : “Biarkan itu kan kemauan dia sendiri.” (mengintip Eunike
dari jendela).
Pembantu : “Tapi den, kan kasihan.”
Danny : “Ambilkan saya payung, cepat !”
Pembantu : “Baik den.”
Pembantu : “Ini den.” (memberikan payung)
(Danny keluar untuk menemui Eunike)
Danny : “Ini payung untukmu, segera pulanglah !”
Eunike : “Enggak Kak, aku ingin Kakak maafin aku.”
Danny : “Mama papamu pasti sudah khawatir denganmu.”
Eunike : “Kak, sebenarnya aku bohong itu demi kakak. Aku nggak mau
kehilangan kakak karena aku terlalu cinta sama kakak.” (menangis)
Danny : “Aku tau Ke, kamu juga sudah membuatku jatuh cinta. Bahkan
aku juga merasa aku nggak mau kehilangan kamu. Tapi apa mungkin kita bersatu Karena Kita Berbeda.”
Eunike : “Aku tau kita memang berbeda, tapi jangan jadikan perbedaan
itu sebagai alasan kalau kita tidak bersatu, justru jadikan perbedaan ini sebagai
keajaiban kalau kita bisa bersama.”
Danny : “Maaf Ke aku nggak
bisa.” (meninggalkan Eunike).
(saat Danny hendak
meninggalkan Eunike, tiba-tiba Eunike jatuh pingsan)
Danny : (menoleh kearah Eunike dan shock)
“Eunike…”
Dannypun membawa Eunike ke rumah
sakit terdekat. Ia begitu khawatir dengan kondisi Eunike yang sangat lemah. Di
lain sisi Mama dan Papa Eunike khawatir karena sedari pulang sekolah Eunike
belum juga tiba dirumah.
Mama : (menelpon Steve).
Steve :
“Halo tante.”
Mama :
“Tante mau tanya, kamu tau nggak Eunike kemana ? Soalnya dari pulang sekolah
tadi dia belum juga tiba dirumah.”
Steve :
“Maaf Tante, saya juga tidak tahu. Apa tadi Eunike tidak pamit ?”
Mama :
“Nggak Steve, tante jadi khawatir. Kamu bisa bantu Tante buat nyari Eunike ?”
Steve :
“Iya Tante. Pasti saya bantu.”
Mama :
“Yaudah, makasih ya Steve. Kalau ada apa-apa tolong kabari Tante.”
Steve ;
“Iya, sama-sama Tante.” (menutup telephone).
--di Rumah Sakit--
Beberapa saat kemudian Eunikepun siuman.
Pada waktu itu hanya ada Danny yang sedari tadi menunggu Eunike.
Eunike :
“Kak Danny.”
Danny :
“Ke kamu sudah sadar ! Ada yang sakit ? Aku panggilin dokter dulu ya.”
Eunike :
“Nggak perlu kok kak.”
Danny :
“Yakin gapapa ? Aku khawatir banget sama kamu Ke.”
Eunike :
“Nggak kak, aku gapapa… Cuma masih sedikit pusing aja.”
Danny :
“Aku sadar Ke aku gak bisa jauh sama kamu.”
Eunike :
“Aku juga Kak, kakak udah maafin aku kan ?”
Danny :
“Pastilah Ke, aku nggak pernah bisa marah sama kamu. Cuma aku sedikit kecewa,
tapi aku ngerti kok apa alasan kamu berbohong ke aku.”
Eunike :
“Makasih ya Kak.”
Danny :
“Iya, kamu nggak telpon orangtua kamu ? Pasti mereka khawatir.”
Eunike :
“Iya deh Kak.” (mengambil hanphone).
Eunike :
“Hallo Ma.”
Mama :
“Eunike, kamu kemana saja ? Mama Khawatir.”
Eunike :
“Ya maaf ma, Eunike belum sempat ngasih kabar.”
Mama :
“Lalu kamu sekarang dimana ?”
Eunike :
“Em..Em.. Eunike lagi di.. di... Rumah Sakit ma.”
Mama : “Apa ?” (shock). “Memangnya apa yang
sebenarnya terjadi ? Kamu sakit atau…”
Eunike :
“Nggakpapa kok ma.”
Mama :
“Lalu sekarang kamu di Rumah Sakit mana ?”
Eunike :
“Di RS.Citra Medika.”
Mama :
“Yasudah, mama akan segera kesana.” (menutup telpon)
Mama :
(Menelpon Steve).
Steve :
“Hallo Tante. Maaf tante saya belum menemukan eunike.”
Mama :
“Barusan, dia sudah telpon Tante kok. Dan sekarang dia sedang di Rumah Sakit
Steve.”
Steve :
“Apa ? Memangnya ada apa dengan Eunike ?”
Mama :
“Tante juga belum tahu pasti. Sekarang tante juga lagi di perjalanan mau ke
Rumah Sakit Citra Medika.”
Steve :
“Yasudah kalau gitu Steve juga akan kesana tante.”
Mama :
(Menutup telpon).
Di sepanjang perjalanan Mama dan
Papa Eunike membicarakan tentang Steve.
Mama :
“Steve itu baik sekali ya Pa. Dia begitu peduli sama Eunike”
Papa :
“Iya Ma.”
Mama :
“Papa, nggak pernah kepikira buat jodohin Eunike dengan Steve ? Lagian mereka
juga sudah mulai beranjak dewasa.”
Papa :
“Terserah Mama saja, kalau mungkin itu yang
terbaik menurut Mama. Papa selalu
dukung keputusan Mama.”
Mama :
“Nanti kita bicarakan dengan Eunike.”
Sesampainya
di Rumah Sakit …..
Mama :
“Steve.”
Steve :
“Tante,,om,,”
Mama :
“kamu sudah ke ruangannya Eunike?”
Steve :
“Belum tan,ini saya mau kesana.”
Sesampainya
di ruang rawat disana hanya ada Danny yang menunggui Eunike…
Mama :
“Eunike…”
Eunike :
“Mama..”
Mama :
“Kamu sakit apa sayang?”
Eunike :
“Eunike Cuma kehujanan kok ma,..”
Mama :
“Mama,Papa, Steve khawatir banget sama kamu. Bahkan Steve udah coba nyari kamu
dari tadi siang.”
Eunike :
“Maaf ya Steve, aku jadi ngrepotin.”
Steve :
“Nggak kok Ke. Aku nggak pernah merasa di repotkan sama kamu. Yang terpenting
untuk saat ini adalah kesehatan kamu.”
Eunike : “Iya Steve.”
(Danny merasa cemburu melihat keakraban
antara Eunike dan Steve)
Eunike :
“Oh ya ma,pa, kenalin ini kak Danny ,yang tadi nolong Eunike.”
Danny :
(Bersalaman pada Mama dan Eunike.)
Papa :
“Terimakasih ya nak Danny,sudah menolong Eunike.”
Danny :
“Iya om.sama-sama.”
Eunike :
“Oh ya kak,kenalin ini Steve temen gereja aku.”
Steve :
“Steve.”
Danny :
“Danny.”
Steve :
“Kamu udah makan apa belum ke?’
Eunike :
(menggeleng).
Steve :
“Ini aku tadi bawa makanan buat kamu,aku suapin ya?!”
Eunike :
“Nggak usah Steve,aku bisa makan sendiri kok.”
Mama :
“Gapapa lah sayang,kondisi kamu kan juga belum baikan. Lagian Steve juga tidak
merasa di repotkan. Iya kan Steve?!”
Eunike
pun dengan terpaksa mau di suapi oleh Steve, walaupun ia tahu jika hal itu
membuat Danny tersayat hatinya.
Danny :
“Ke,aku permisi keluar bentar ya.”
Eunike :
“Iya kak.”
Mama :
“Sayang,mama punya kabar gembira buat kamu.”
Eunike :
“Kabar gembira apa Ma?”
Mama :
“Ehmm… Mama dan Papa berencana untuk menjodohkan kamu sama Steve.”
(Eunike dan Steve pun begitu terkejut
mendengar ucapan Mama Eunike)
Eunike :
“Apa??” (sambil tersedak)
Mama :
“Aduh sayang,maaf-maaf ..kamu sampe tersedak,sebentar ya,mama belikan kamu
minum dulu.”
Mama Eunike pun menuju kantin Rumah Sakit
untuk membeli minuman, tapi dengan tidak sengaja ketika melewati Musholla Rumah
Sakit,Mama Eunike melihat sesosok Danny yang baru saja melaksanakan Sholat.
Mama Eunike pun begitu shock karena sekarang ia tahu,alasan mengapa Eunike
tidak pernah mempertemukan Danny kepada Mama maupun Papanya sebagai pacarnya
karena mereka ternyata berbeda keyakinan.
Mama :
“Itu kan Danny..” (menghampiri Danny)
Mama :
“Danny…”
Danny :
“Tante.”
Mama :
“Ada yang mau tante bicarakan sama kamu,ini soal Eunike.”
Danny :
“Iya tante.”
--di taman Rumah Sakit--
Mama :
“Tante ingin kamu menjauhi Eunike!”
Danny :
“Maksud tante?”
Mama :
“Saya mengerti jika kamu begitu menyayangi Eunike,saya hargai ketulusan kamu
itu. Tapi kalian berbeda, dan sampai kapanpun kalian tidak akan bisa bersatu
selama adanya perbedaan itu.”
Danny :
“Saya sangat mencintai Eunike tante.”
Mama :
“Tante mengerti Dan, tapi kamu juga harus tahu, bahwa cinta tidak selamanya
harus memiliki. Kalau kamu masih peduli sama Eunike, tolong jauhi dia, lupakan
dia! Karena sekokoh apapun sebuah hubungan jika ada perbedaan di antaranya,akan
membuat kalian lebih sulit kelak. Percayalah, kamu bisa melupakan Eunike dan
Tuhan pasti sudah menyiapkan pasangan hidup masing-masing untuk kalian berdua.
Danny :
“Saya akan berusaha tante.”
Mama :
“Tante yakin kamu bisa. Percayakan Eunike akan lebih bahagia dengan jalan yang
akan Tante dan Om tentukan untuk dia.” (berlalu pergi)
Akhirnya Danny pun menjauh dan semakin
melupakan Eunike yang pernah hadir dalam hidupnya. Walaupun pada awalnya itu
adalah hal yang berat untuknya,harus melupakan seseorang yang teramat ia
sayang. Tapi ia sadar jika semua itu Karena mereka memang berbeda.
Di sisi lain, Eunike yang dari awal
tidak tahu mengapa Danny menghilang begitu saja dari kehidupannya,ia mencoba
merelakan dan melupakan semua kisahnya dengan Danny, sesosok yang pernah
menjadi orang penting dalam hidupnya sekaligus cinta pertamanya. Dan kini ia
bersedia untuk di jodohkan dengan Steve, seorang cowok yang tak kalah baiknya
dengan Danny, sesosok yang begitu mencintai Eunike bahkan melebihi rasa
cintanya terhadap dirinya sendiri. Eunike percaya Steve bisa menjadi yang
terbaik. Ia pun berusaha untuk mencintai Steve. Dan kisahnya dengan Danny
adalah sebuah kenangan indah di masa lalu, KARENA KITA BERBEDA.
By
: Jeftta Andela Christy